Pengertian
Router adalah alat jaringan komputer yang
mengirimkan paket data melelui sebuah jaringan atau internet menuju
tujuannya,melalui proses yaitu Routing.
Cara Kerja
Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router
memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui
kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan
untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
Ilustrasi mengenai cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar dibawah:
Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
Ilustrasi mengenai cara kerja router ini dapat dilihat pada gambar dibawah:
Pada gambar diatas terdapat 2 buah network yang terhubung dengan sebuah router.
Network sebelah kiri yang terhubung ke port 1 router mempunyai alamat network
192.168.1.0 dan network sebelah kanan terhubung ke port 2 dari router dengan
network address 192.155.2.0
- Komputer A mengirim data ke komputer C, maka
router tidak akan meneruskan data tersebut ke network lain.
- Begitu pula ketika komputer F mengirim data ke E,
router tidak akan meneruskan paket data ke network lain.
- Barulah ketika komputer F mengirimkan data ke
komputer B, maka router akan menruskan paket data tersebut ke komputer.
Konfigurasi
Tahapan-tahap "konfigurasi
Routing Static Pada Linux Debian" adalah sebagai berikut :
1.
Tahap
pertama buka terminal linux Debian anda. Kemudian masuk sebagai root dengan
cara mengetikkan perintah
su
2.
Edit
konfigurasi file network interface linux Debian anda, dengan cara mengetikkan
perintah
nano
/etc/network/interface
3.
Aturlah
konfigurasi IP Address network interface sesuai kebutuhan
anda, pada pembahasan kali ini kita mengggunakaan 3 buah network interface
yaitu eth0, eth1, dan eth2. Maka untuk
memberikan IP Address pada ketiga network interface tersebut secara static
dengan cara mengisikan konfigurasi seperti berikut :
#eth0
auto
eth0
iface
eth0 inet static
address 192.168.10.1
netmask
255.255.255.0
network
192.168.10.0
broadcast
192.168.10.255
#eth1
auto
eth1
iface
eth1 inet static
address
192.168.50.1
netmask
255.255.255.0
network
192.168.50.0
broadcast
192.168.50.255
#eth2
auto
eth2
iafce
eth2 inet static
address
192.168.80.1
netmask
255.255.255.0
network
192.168.80.0
broadcast
192.168.80.255
4.
Setelah
itu save konfigurasi file interface tersebut dengan menekan
tombol ctrl + x dengan nama yang sama,
seperti gambar di bawah ini.
5.
Untuk
mengaktifkan konfigurasi IP Address pada masing network
interface yang telah kita atur tadi. Maka restart terlbih dahulu service
networking dengan cara mengetikkan perintah
/etc/init.d/networking
restart
6.
Ceklah
konfigurasi ke tiga interface yang telah anda setting tadi dengan cara
mengetikkan perintah
ifconfig
eth0 && ifconfig eth1 && ifconfig eth1
7.
Lihat
konfigurasi routing table yang telah diterapkan dengan
mengetikkan perintah
router
-n
8.
Untuk melewatkan
paket IP Address yang berbeda network pada setiap interface jaringan dari
satu port ke port lain. Maka service ip forwading perlu di
atur. File konfigurasinya terletak pada directory /proc/sys/net/ipv4 dengan
mengetikkan perintah
nano /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
9.
Isikan nilai
"1" , kemudian save konfigurasinya seperti
gambar di bawah ini.
10.
Untuk mencek
nilai konfigurasi file ip_forward yang telah di setting tadi
maka ketikkan perintah
cat
/proc/sys/net/ipv4/ip_forward
pada terminal linux Debian anda
seperti gambar di bawah ini.
sysctl
-p
pada terminal linux Debian anda
seperti gambar di bawah ini.
#interface eth0
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.1
13.
Konfigurasi
IP Address pada network interface client 2yaitu windows XP seperti
gambar berikut.
15.
Melakukan
pengujian koneksi dari Linux Debian PC Router kepada ketiga client dengan
cara melakukan "ping" terhadap masing-masing IP Address client
seperti gambar di bawah ini.
16.
Pengujian
koneksi dari client 1 (linux Ubuntu) ke client 2 (windows XP), kemudian ke
client 3 (Linux CentOS) yang mempunyai network yang berbeda dengan cara "ping"
terhadap IP Address nya masing-masing seperti gambar di bawah ini.
17.
Melakukan
pengujian koneksi jaringan dengan cara "ping" dari client 2 (Windows
XP) ke client 1 (Linux Ubuntu), selanjutnya ke client 3 (linux
CentOS) seperti gambar di bawah ini.
18.
Kemudian
melakukan pengujian koneksi jaringan dengan cara "ping" dari
client 3 (linux CentOS) ke client 1 (Linux Ubuntu),
selanjutnya ke client 2 (Windows XP) seperti gambar di bawah ini.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar